Pages

Tampilkan postingan dengan label Waktu Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waktu Kita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Jalan terbaik

Pernahkah kamu memharapkan atau menginginkan sesuatu?
Pernah gagal mendapatkan nya??
Saat kita berhasil mendapatkan sesuatu yang kita inginkan tentunya kita akan merasa sangat senang dan ada kepuasan tersendiri ketika itu.
Begitu juga sabaliknya jika kita tak berhasil melakukan ataupun mendapatkan apa yang kita inginkan maka kita akan merasa kecewa, sedih dan tak jarang beberapa orang dari kita menyalahkan orang lain atau pun dii sendiri akan kegagalan kita.

Benarkah yang kita lakukan itu???
That’s wrong!!
Karena sebenarnya jalan yang diberikan oleh tuhan itulah jalan yang terbaik untuk kita.
meski tak jarang kita berkata , “kenapa harus begini ?” , “bukan ini yang ku mau”, “ aku maunya itu!” dan masih banyak kata-kata yang kita uncapkan saat kita tak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Taukah kamu ??
Sebenarnya jika kita menjalani jalan yang di berikan oleh tuhan dengan sebaik-baik nya, dengan iklas dan  tulus , maka tak mustahil jika jalan yang diberikan tuhan akan menuntun kita untk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan bila memang hal yang kita inginkan ditakdirkan untuk kita jalani ataupun miliki . Asalkan kita selalu berdoa dan berusaha untk mendapatkannya dan tentunya harus selalu mensyukuri yang telah di berikan tuhan.

Jumat, 06 April 2012

Masalah ??? Problem ??

Masalah ?? em???
kata temen aku saat kita ada masalah sebenernya kita mendapatkan suatu peljaran berharga. salah satu nya adalah kita bisa mengetahui siapa yang sayang, peduli pada kita, dan siapa yang cuma berpura-pura sementara pada kita ". By Meyliano Puguh Mamuja

Sabtu, 24 Maret 2012

Dimulai Dengan Angan Angan

Segala yang terjadi, dimulai dengan khayalan. Segala yang anda capai, dimulai dengan angan-angan di pikiran.

Apa yang anda sekarang angankan, bila kita bicara tentang setahun, dua tahun ke depan? Apakah anda melihat masalah, dan segala sesuatu yang berantakan? Ataukah anda melihat peluang dan keberhasilan?

Tidak ada batas bagi imajinasi. Anda boleh mengkhayalkan apa saja. Khayalan tidak bisa dibatasi realitas fisik, kesulitan keuangan, rasa takut, penolakan dan apa saja yang mengurung anda di “dunia nyata”.
Bayangkan masa depan, dan biarkan diri anda melaju dengannya. Tinggalkan kendala di belakang, dan tampilkan hidup yang ingin anda jalankan. Hidup yang anda ciptakan akan dimulai dari angan anda. Ciptakan angan-angan terbaik dan mulai bertindak untuk mewujudkannya dan mulai bertindak untuk mewujudkannya dan mulai bertindak untuk mewujudkannya.

 


Satu Jiwa dalam Tubuh Berbeda – Itulah Sahabat


Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan.
Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin anda jalani? Bukan.
Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari kehidupan anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. berbagi kesedihan pada sahabat, dapat mengurangi kesediahan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan.
Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan baban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan.
Di sana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.

Kamis, 15 Desember 2011

Kita memang butuh waktu

Kita memang butuh waktu
Kita memang butuh waktu untuk menyelesaikan segala permasalahan kita. Tetapi, bukanlah waktu yang melakukannya. Waktu hanya sarana, untuk menyelesaikan permasalahan kita. Bukan penyelesaian atas segala masalah kita. Tidak ada masalah yang akan selesai dengan waktu, justru akan semakin besar semakin berlalunya waktu.

Waktu menjadi begitu penting dalam penyelesaian masalah kita dan memberikan kita kesempatan. Jika kita berusaha untuk menyelesaikan masalah. Tetapi, waktu dapat membuat masalah kita semakin berat dan rumit, jika kita hanya menunggu waktu. Waktu bisa menjadi “jinak”, jika kita memanfaatkannya dengan baik. Tetapi akan menjadi begitu “liar” saat kita hanya membiarkannya dan “menyerahkan diri” kita padanya.

Jangan berlari pada waktu

Jangan berlari pada waktu

Seringkali, kita mengatakan “waktu akan menyelesaikannya”, hanya untuk lari dari kenyataan. Kenyataan bahwa suatu masalah itu terasa terlau berat untuk kita hadapi. Karena itu, kita tidak lagi ingin menghadapi masalah itu, dan beralasan waktu akan menyelesaikannya. Padahal, seringkali juga saat kita seperti itu, waktu tidak menyelesaikan masalah kita.

Pada akhirnya, saat masalah itu kembali terbakar(baca: memanas), kita akan kebingungan kembali, merasa masalah gak pernah ada selesainya, merasa kita yang paling menderita, dan selalu menjadi korban. Dan, kembali lagi, kita menyerahkannya pada waktu. Walaupun, kita tahu, dan pernah merasakan bahwa itu percuma dan hanya akan mengulangi kesalahan yang sama, dengan bebat yang lebih berat pastinya. Dan, pasti, saat itu pun kita tidak akan mampu mengatasinya, karena pasti akan lebih berat, dan kompleks ditambah dengan masalah-masalah lainnya yang juga muncul seiring waktu. Yang saat ini aja tidak bisa menyelesaikannya, apalagi nanti?

Padahal, kita pasti tahu, tidak akan ada masalah yang selesai kalau tidak ada yang menyelesaikannya. Tetapi tetap saja, sepertinya kita pura-pura tidak tahu. Padahal kita tahu, bahwa hidup itu pasti akan selalu berkembang menjadi lebih maju, dan berarti juga menjadi lebih kompleks dan masalah yang kita hadapi pun semakin bertambah dan semakin berat. Tapi, kenapa tetap saja tidak menyelesaikan masalahnya sekarang, dan menyerahkannya pada “masa yang akan datang”, padahal masa itu pasti akan jauh lebih sulit bagi kita.

Apakah kita menunggu segalanya hancur, baru kita sadari itu? Apakah kita harus menunggu “waktu” kita habis, untuk menyadari itu?Apakah baru saat kita merasakan “penderitaan tak berujung”, baru kita menyesal?Menyesal dan menyesal? Masihkah kita tetap menyerahkannya pada waktu dan lepas tangan terhadap masalah kita?

Waktu bukan penyembuh


Waktu bukan penyembuh
Bagi sebagian orang, waktu adalah penyembuh luka. Tapi, benarkah itu?Benarkah luka kita benar-benar sembuh, tanpa bekas, tanpa ada lagi rasa sakit??Kenyataannya?TIDAK!! Luka tidak akan sembuh dengan sendirinya jika kita hanya membiarkan dan menyerahkannya pada waktu. Mungkin, kita bisa melupakan sejenak adanya luka itu, tapi luka itu tidak akan sembuh dengan sendirinya. Luka itu hanya diam, bercokol, mungkin sedang menunggu waktu dan pemicunya. Jika luka itu kembali muncul, maka rasanya tidak akan sama lagi seperti pertama kita terluka. Luka itu justru akan terasa lebih menyakitkan. Bahkan mungkin tanpa kita sadari, luka itu membesar.Dan,  membuat kita “gila”, juga tanpa kita sadari.

Waktu Kita

Seringkali kita berkata, “biar saja waktu yang menyelesaikan masalah”.  Banyak orang yang menyerahkan penyelesaian masalahnya pada waktu. Tapi, bisakah waktu menyelesaikan semua masalah kita?Karena pada kenyataannya, waktu jugalah yang “membuat” masalah kita semakin runyam dan melebar.

Waktu Bukan Penyelesaian 
Kita memang membutuhkan waktu untuk menyelesaikan masalah kita. Tapi, masalah itu tidak akan pernah terselesaikan jika tidak ada tekad dari kita untuk menyelesaikan masalah. Justru, saat kita menyerahkan begitu saja masalah kita pada waktu, maka waktu justru akan membuatnya semakin runyam dan sulit.

Lihat saja, adakah masalah yang dibiarkan begitu saja dapat selesai dengan sendirinya?Dapatkah korupsi di Indonesia, ujian akhir kita, diskriminasi, atau masalah-masalah pribadi kita, selesai hanya dengan menyerahkannya pada waktu??Justru saat kita menyerahkan segalanya pada waktu, maka masalah korupsi akan semakin merajalela dan canggih, ujian akhir kita akan hancur, diskriminasi semakin subur, dan masalah-masalah pribadi kita semakin bertambah dan bercokol kuat dalam kehidupan kita.

Lingkaran Waktu Yang Tiada Berujung

Lingkaran Waktu Yang Tiada Berujung
Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Ketika lonceng jam usai kerja berdering, tanpa diperintah segera kita berkemas. Menyimpan kertas dan pensil dalam laci, lalu meninggalkannya jauh-jauh. Seolah semua persoalan telah terpecahkan untuk hari itu. Padahal masalah tetap terjaga selagi kita pejamkan mata.

Namun, esok hari, ketika lonceng jam mulai kerja berdentang,semua tumpukan masalah kita aduk, seolah ia terlampau banyak tidur semalam. Perselisihan pun bolehlah dilanjutkan kembali. Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita.

Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur pikiran, emosi, dan perasaan kita. Karena waktu adalah lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu untuk mengatur kehidupan.
Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar. Kita heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan. Dan, semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu. Maka, hanya mereka yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berujung.
 

Blog Template by BloggerCandy.com